SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026-2027.
Pembukaan pendaftaran ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang ketenagalistrikan dan rekayasa instalasi listrik.
Ketua Program Studi TRIL, Sulfikar menyampaikan bahwa TRIL hadir dengan visi keilmuan untuk menghasilkan ahli teknik instalasi listrik yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Program Studi TRIL mulai dirilis pada tahun 2022 dan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2023,” ujarnya kepada media, Kamis (22/01/2026).
Lebih lanjut dikatakan, lulusan TRIL dipersiapkan untuk berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari konstruksi dan properti, industri dan manufaktur, energi dan ketenagalistrikan, jasa dan wirausaha, pendidikan dan pelatihan, hingga pemerintahan, BUMN, serta pengembangan teknologi dan bangunan cerdas.
“TRIL berkomitmen mencetak lulusan yang profesional dan memiliki daya saing tinggi, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga ahli di bidang kelistrikan,” jelasnya.
Dalam mendukung proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi mahasiswa, TRIL menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri dan instansi.
Di antaranya PT Darma Karya Elektrik Makassar, PT Qiyyand Falah Wistara Bulukumba, PLN ULTG Watampone, PLN ULP Sinjai, PT PLTMH Sinjai Barat, PT Media Phinisi Indonesia, PT Telkom Indonesia Watampone, Kemnaker BPVP Bantaeng, serta PT Tiran Group Nusantara Makassar.
Pendaftaran mahasiswa baru TRIL dibuka dalam dua gelombang. Gelombang I berlangsung pada 29 Desember 2025 hingga 26 Juni 2026, sedangkan Gelombang II dibuka mulai 3 Juli 2026 sampai 5 September 2026.
“Dengan dukungan mitra industri dan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan kerja, TRIL Universitas Muhammadiyah Sinjai dapat menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang instalasi dan teknologi kelistrikan,” tutup Sulfikar.







