SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Pemerintah Kabupaten Sinjai terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu potensi unggulan daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan audiensi virtual antara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Sinjai, H. Andi Mandasini Saleh, bersama Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, Selasa (03/11/2026).
Audiensi yang berlangsung melalui Zoom tersebut turut diikuti para pengelola Kawasan Madaya di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, serta jajaran Dompet Dhuafa dan sejumlah pejabat dari Kementerian Pariwisata RI.
Dalam pertemuan itu, berbagai strategi pengembangan pariwisata Kabupaten Sinjai menjadi pembahasan, termasuk penguatan Kawasan Madaya sebagai destinasi wisata sekaligus pusat edukasi kopi lokal.
Kadisparbud Sinjai, H. Andi Mandasini Saleh mengatakan, audiensi tersebut menjadi kesempatan untuk memaparkan potensi serta arah pengembangan pariwisata Sinjai secara menyeluruh kepada jajaran Kementerian Pariwisata.
“Alhamdulillah, tadi sudah dilaksanakan audiensi virtual bersama Ibu Wamen Pariwisata. Beliau hadir sebagai narasumber bersama para deputi di Kementerian Pariwisata RI. Turut hadir Dompet Dhuafa, pengelola Madaya Sinjai, dan kami dari Disparbud Sinjai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Sinjai memiliki karakteristik wilayah yang menawarkan beragam potensi wisata.
Karena itu, strategi pengembangannya diarahkan pada tiga dimensi utama, yakni wisata pegunungan, wisata bahari, serta wisata dataran rendah dan kawasan pesisir, termasuk pengembangan wisata kuliner.
Menurutnya, salah satu potensi yang mendapat perhatian khusus dari Wamenpar adalah kawasan Hutan Mangrove Tongke-Tongke di Kecamatan Sinjai Timur.
Bahkan, Wamenpar menyampaikan komitmennya untuk mencoba mengomunikasikan potensi dukungan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, terutama terkait upaya konservasi dan kemungkinan bantuan untuk pengembangan kawasan mangrove tersebut.
“Ibu Wamen Pariwisata memberikan atensi besar, khususnya terhadap Hutan Mangrove Tongke-Tongke. Insyaallah, beliau akan mencoba mengomunikasikan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait konservasi di kawasan tersebut, termasuk kemungkinan pemberian bantuan,” jelas Andi Mandasini.
Selain pengembangan destinasi dan infrastruktur pendukung, aspek pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian dalam audiensi tersebut.
Andi Mandasini menyebutkan, Wamenpar menekankan pentingnya pengembangan kawasan wisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat di sekitarnya.
Dengan adanya komunikasi dan perhatian dari Kementerian Pariwisata, Pemkab Sinjai berharap potensi wisata daerah dapat semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.







