📌 Baca Sekilas
1. Bapenda Makassar Surplus Rp130 Miliar pada triwulan II 2026 dan optimistis target 2026 tercapai
2. Kontributor terbesar PAD hingga berasal dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).
3. Lonjakan realisasi pendapatan diperkirakan terlihat triwulan IV
4. Bapenda fokus tagih pajak hotel, pajak hiburan, restoran, dan PBB serta Pajak Reklame
5. Bapenda menghentikan penerbitan izin baru untuk reklame jenis bando jalan
6. Bapenda followup masukan yang Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri terkait optimalisasi pendapatan daerah
7. Bapenda berkolaborasi Kejaksaan untuk pendampingan penagihan
Saudagar.News, Makassar – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mencatat kinerja pendapatan daerah pada triwulan II 2026 menunjukkan tren positif.
Hingga periode tersebut, realisasi pendapatan telah menembus lebih dari 49 persen dan mengalami surplus sekitar Rp130 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa penerimaan daerah bergerak sesuai target yang telah ditetapkan.
“Pendapatan di Bapenda itu, sudah di angka 49 persen lebih. Jadi, kalau begini trennya cukup bagus, cukup positif,” kata Andi Asminullah, Jumat (7/8/2026).
Meski demikian, ia menjelaskan masih terdapat sejumlah jenis pajak yang bersifat tahunan sehingga lonjakan realisasi pendapatan diperkirakan baru akan terlihat pada triwulan IV, khususnya Oktober hingga akhir tahun.
Salah satunya berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masa jatuh temponya berada pada periode tersebut.
“Nanti progres peningkatannya itu di bulan Oktober. PBB kan jatuh temponya di situ. Jadi alhamdulillah ini lumayan bagus. Bahkan surplus sekitar Rp130 miliar dibanding tahun lalu pada tanggal yang sama,” ujarnya.














