Bawa Mahasiswa Asing, Pusat Studi Asia Tenggara Unhas Temui Bupati Sinjai, Pelajari Potensi Mangrove dan Perikanan

SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kunjungan ke Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Senin (31/08/2026).

Rombongan diterima langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif di Rumah Jabatan Bupati.

Kepala Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Hasanuddin, M. Iqbal Djawad mengatakan, kunjungan tersebut ia manfaatkan untuk membawa 13 mahasiswa program magister atau S2 dari Hiroshima, Jepang.

Para mahasiswa sengaja diajak mengunjungi Sinjai untuk melihat secara langsung sejumlah potensi daerah yang memiliki nilai penting dan telah dikenal hingga tingkat internasional.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah kawasan hutan mangrove Tongke-Tongke.

Menurut Iqbal, Tongke-Tongke memiliki keunikan karena pengelolaan kawasan mangrovenya sejak awal berkembang berbasis masyarakat, bukan semata-mata hasil bantuan pemerintah.

Ia menjelaskan, pengelolaan yang dilakukan masyarakat secara berkelanjutan membuat kawasan mangrove Tongke-Tongke terus berkembang hingga saat ini dan telah mencapai luasan yang cukup besar.

“Tongke-Tongke itu sudah terkenal di seluruh dunia karena merupakan salah satu kawasan pengelolaan hutan mangrove yang berbasis masyarakat sejak awal perkembangannya,” ujar M. Iqbal Djawad.

Selain Tongke-Tongke, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi kawasan Lappa, khususnya tempat pelelangan ikan yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan ikan terbesar di Sulawesi Selatan.

Kunjungan ke Lappa menjadi bagian penting dalam memperkenalkan keragaman hasil laut kepada para mahasiswa dari Jepang.

Iqbal mengatakan, selama berada di Tokyo, para mahasiswa tersebut lebih banyak mengenal ikan tuna.

Sementara itu, melalui kunjungan ke pelelangan ikan Lappa, mereka dapat melihat secara langsung berbagai jenis ikan yang diperjualbelikan oleh masyarakat.

“Kalau di Tokyo, mereka hanya melihat ikan tuna. Di pelelangan Lappa nanti mereka akan melihat banyak jenis ikan,” jelasnya.

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada para peserta mengenai pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat serta potensi ekonomi kelautan yang dimiliki Kabupaten Sinjai.

Selain menjadi ajang pembelajaran, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Sinjai kepada peserta dari luar negeri, khususnya mengenai keberhasilan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kawasan mangrove serta aktivitas perikanan di Kelurahan Lappa.