Belajar Matematika Lewat Game, Relima Sinjai dan Himaprisma UIAD Tingkatkan Literasi Numerasi Siswa

SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Sinjai berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Universitas Islam Ahmad Dahlan (Himaprisma UIAD) Sinjai dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Karlos menggelar kegiatan peningkatan literasi numerasi di SDN No. 129 Batulappa, Kamis (16/07/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kemampuan numerasi siswa sekolah dasar sebagai bekal menghadapi berbagai asesmen pendidikan, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Melalui pendekatan yang menyenangkan, para siswa diajak memahami konsep matematika dengan cara yang lebih interaktif.

Koordinator Relima Sinjai, Irmayanti mengatakan, literasi numerasi merupakan kemampuan dasar yang harus ditanamkan sejak dini. Menurutnya, penguasaan numerasi akan membantu siswa menghadapi tantangan pembelajaran maupun asesmen di masa mendatang.

“Literasi numerasi bukan hanya tentang berhitung, tetapi kemampuan memahami dan menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Karena menjadi salah satu instrumen dalam Tes Kemampuan Akademik, kami ingin membekali anak-anak sejak dini agar mereka lebih siap, percaya diri, dan menikmati proses belajar,” ujar Irmayanti.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Kepala SDN No. 129 Batulappa, Abd. Rasyid mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Relima Sinjai bersama Himaprisma UIAD dan TBM Karlos dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolahnya.

Menurutnya, penguatan literasi numerasi masih menjadi tantangan bersama mengingat hasil berbagai evaluasi menunjukkan kemampuan numerasi siswa masih perlu terus ditingkatkan.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Relima Sinjai, Himaprisma UIAD, dan TBM Karlos. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Dengan metode yang menyenangkan, anak-anak menjadi lebih antusias belajar matematika sekaligus meningkatkan kemampuan numerasi mereka sebagai bekal menghadapi TKA,” katanya.

Agar pembelajaran tidak membosankan, panitia menerapkan metode gamifikasi dengan memanfaatkan aplikasi edukasi IFP Balap Bebek Matematika.

Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diajak menyelesaikan berbagai tantangan numerasi melalui permainan berbasis daring menggunakan gawai.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias, aktif berdiskusi dengan teman sekelompoknya, serta berlomba menyelesaikan soal-soal matematika yang dikemas dalam tampilan visual yang menarik.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan kesadaran akan pentingnya literasi numerasi terus meningkat sekaligus menumbuhkan anggapan bahwa belajar matematika dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak.