SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Momentum pemilihan Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai pada tahun 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan organisasi kepemudaan.
Kontestasi tersebut dinilai perlu menjadi ruang untuk melahirkan gagasan baru yang mampu menghubungkan potensi pemuda di tingkat akar rumput dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
Salah satu isu yang dinilai penting untuk mendapat perhatian adalah penguatan kemandirian desa, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui pengelolaan potensi dan sumber daya lokal.
Ketua Umum Partai Gelora Kabupaten Sinjai, Muhajir A. Jamaluddin, menilai arah pembangunan desa memiliki peran strategis dalam menentukan kemajuan daerah hingga bangsa.
“Semestinya kebijakan tentang desa menjadi langkah awal perubahan paradigma pembangunan. Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus mampu menjadi subjek yang menentukan arah kemajuannya sendiri,” kata Muhajir kepada media, Senin (14/09/2026)
Ia menilai, meski dukungan anggaran desa telah bergulir selama beberapa tahun, tingkat kemandirian desa masih perlu dievaluasi.
Salah satu indikatornya dapat dilihat dari kemampuan desa meningkatkan pendapatan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Setelah sewindu alokasi dana desa bergulir, kita masih harus mengevaluasi sejauh mana desa mampu membangun kemandiriannya. Jangan sampai pembangunan hanya berorientasi pada infrastruktur, sementara analisis potensi dan pemetaan sumber daya belum maksimal,” ujarnya.
Menurut Muhajir, sektor pemuda memiliki posisi penting dalam mendorong perubahan tersebut. Pemuda dinilai memiliki visi, energi, serta kemampuan untuk menghadirkan inovasi dalam pengembangan potensi desa.
Karena itu, ia berharap pemilihan Ketua Karang Taruna Kabupaten Sinjai dapat melahirkan figur yang memiliki visi pembangunan dan mampu menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah penggerak kemajuan pemuda serta desa.
“Karang Taruna harus mampu melahirkan tokoh-tokoh muda yang memahami koneksi antara akar rumput dengan kebijakan nasional. Pemuda punya visi dan kekuatan untuk mendorong perubahan,” jelasnya.
Ia berharap ke depan lahir arah baru pembangunan desa yang lebih menitikberatkan pada penguatan kemandirian ekonomi, terutama melalui peningkatan PADes.
“Harapannya ada perubahan arah pembangunan desa dengan visi yang dimotori anak muda desa melalui wadah kelembagaan yang kita namakan Karang Taruna,” pungkas Muhajir.













