Kaswadi Razak Ungkap Capaian Selama Lima Tahun Terakhir

SaudagarNews,Soppeng—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng akan umumkan capaian indikator makro pembagunan yang mengalami peningkatan selama 5 (Lima) tahun terakhir di puncak kegiatan Hari Jadi Soppeng yang ke-761 Tahun pada 27 Maret 2022 di Lapangan Gasis Watansoppeng.

Hal tersebut di ungkapkan Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak saat menyampaikan pidato di perayaan Hari Jadi Soppeng ke-761 tahun di Lapangan Gasis Watansoppeng, ahad (27/3/2022).

Ada beberapa capaian yang telah tercapai diantaranya, Indeks Pembangunan Manusia yang saat ini terakselerasi dari 65,95 poin pada tahun 2016 dan meningkat menjadi 68,99 poin pada tahun 2021. Secara umum kenaikan angka IPM Kabupaten Soppeng Meningkat sejak tahun 2016 hingga tahun 2021 sebesar 3,04 Poin, ini membuktikan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Soppeng semakin membaik.

Pertumbuhan Ekonomi yang pada tahun 2016 sebesar 8,14% yang tumbuh dari tahun 2015 sebesar 5,1% sementara itu pada tahun 2020 sebesar 2,19% yang tumbuh positif dan menempati urutan pertama dalam hal pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan; hal ini membuktikan bahwa meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, tetapi Kab. Soppeng masih bisa bertumbuh ekonominya. Dan pada tahun 2021 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Soppeng terus tumbuh menjadi 6,15% dan berada di atas Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di angka 4,65% dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional sebesar 3,69%.

PDRB/kapita telah meningkat signifikan dari Rp.34.890.000 pada tahun 2016 menjadi Rp.52.750.000 di tahun 2021. Peningkatan PDRB/kapita ini telah berperan dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan pengeluaran konsumsi masyarakat. Sehingga peningkatan PDRB/Kapita sejak tahun 2016 hingga tahun 2021 sebesar Rp.17.860.000. Sementara pada angka Gini Ratio, pada tahun 2021 sebanyak 0,406 poin, ini menandakan bahwa pemerataan pendapatan dan pengeluaran masyarakat di Kabupaten Soppeng kondisinya masih relative baik. Serta kondisi inflasi di tahun 2021 sebesar 2,26%.

Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Soppeng pada Tahun 2020 sebesar 4,42% dan Pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 3,92%, sementara untuk Tingkat Partisipasi Angakatan Kerja Kabupaten Soppeng juga mengalami peningkatan yang signifikan, dimana pada tahun 2020 sebesar 57,05% dan pada tahun 2021 berada diangka 58,94%. Dari aspek kesejahteraan masyarakat, telah terjadi penurunan persentase penduduk miskin dari 19.120 jiwa (2016) menjadi 17.270 jiwa (2021), berarti sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Soppeng menurun sebanyak 1.850 jiwa. Sementara itu dalam ukuran persentase, penduduk miskin berkurang dari 8,45% di tahun 2016 dan pada tahun 2021 menurun menjadi 7,54%.

Peningkatan Indikator Makro Pembangunan di Kabupaten Soppeng tersebut tidak terlepas dari Kemajuan Indikator Sektoral, yang mana Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya melakukan beberapa: upaya pembangunan yang merata dan berkelanjutan, yang mana pada indikator tersebut dapat terlihat melalui tingakat capaian indikator kinerja, yaitu:

Pada Sektor Kesehatan, pada indikator pembangunan Umur Harapan Hidup pada tahun 2016 sebesar 68,62 tahun dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 69,81 tahun, ini merupakan tolak ukur tingkat Kesehatan masyarakat kita semakin membaik. Selain itu dalam rangka pencegahan wabah Covid-19, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya menjaga keselamatan seluruh masyarakat dan meningkatkan derajat Kesehatan warga Soppeng melalui upaya vaksinasi yang telah kita laksanakan, dengan tingkat capaian 93,30% atau 178.349 jiwa yang telah melaksanakan vaksinasi. Dari capaian indikator sector Kesehatan tersebut berdampak pada meningkatnya nilai Indeks Kesehatan di kabupaten Soppeng sebesar 76,8 di tahun 2020 dan meningkat menjadi 76,63 Poin di tahun 2021.

Pada sektor Pendidikan, untuk capaian indikator pembangunan di bidang Pendidikan yaitu untuk Rata-Rata Lama Sekolah pada tahun 2016 sebesar 7,06 tahun, sedangkan pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 7,82 tahun. Selain itu untuk indikator Harapan Lama Sekolah di tahun 2016 sebesar 12,2 tahun dan mengalami peningkatan di tahun 2021 sebesar 13,05 tahun.

Peningkatan indikator tersebut menunjukkan tingkat Pendidikan masyarakat yang semakin membaik. Selain itu juga berdampak kepada meningkatnya nilai Indeks Pendidikan Kabupaten Soppeng dari 61,87 Poin di tahun 2020 dan meningkat menjadi 62.32 poin pada tahun 2021.

Untuk Sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan serta memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng, Adapun beberapa capaian kinerja pada sektor pertanian yaitu :

– Produksi Padi pada tahun 2016 Produksi Padi sebanyak 280.905 Ton, sedangkan pada Tahun 2021 Produksi Padi meningkat menjadi 280.911 Ton, dengan tingkat produktivitas sebanyak 5,48 Ton/Ha pada Tahun 2021.

– Produksi Jagung di Kabupaten Soppeng sejak tahun 2016 sebanyak 93.131 Ton, sedangkan pada tahun 2021 menjadi 178.341 Ton dengan tingkat Produktifitas sebesar 4,86 Ton/Ha. Sedangkan Pada Produksi Kedelai pada Tahun 2021 sebanyak 108 Ton.

– Sementara produksi Kacang Tanah pada tahun pada tahun 2021 sebesar 801 Ton dengan tingkat produktifitas 2,94 Ton/Ha.

Untuk Produksi Kacang Hijau di tahun 2016 sebesar 100,9 Ton dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 217 Ton, dengan tingkat produktivitas sebanyak 1,72 Ton/Ha.

– Untuk pengembangan produk unggulan sutra di Kabupaten Soppeng juga terus digenjot pelaksanaannya agar mampu meingkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, untuk tahun 2017 produksi Kokon sebesar 6.027,66 Kg dan produksi benang sutera sebanyak 774,26 Kg dan pada Tahun 2021 mengalami peningkatan pada produksi Kokon sebesar 11.489,49 Kg dan Benang Sutera sebanyak 1.348,96 Kg.

– Luas lahan pertanian di Kabupaten Soppeng pada tahun 2021 sebesar 107.240,68 Ha yang juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 sebelumnya dengan luas areal tanaman padi/bahan utama lokal lainnya sebesar 50.822,50 Ha.

Selain itu juga pembangunan sub sektor peternakan dan perikanan sebagai bagian integral pembangunan bidang pertanian dalam hal populasi, produksi dan rumah tangga pelaku usaha secara kualitas dan kuantitas mengalami peningkatan secara nyata dan telah meningkatkan konsumsi protein hewani dan pendapatan masyarakat. Melalui inovasi gerakan Pengembangan Ayam Buras Berbasis Rumah Tangga dan telah meningkatkan populasi ayam buras pada tahun 2021 menjadi

3.500.000 ekor. Animo peternak ayam petelur juga terus bergerak dan pada tahun ini sudah mencapai populasi 1.035.000 ekor.

Untuk populasi unggas di tahun 2020 sebanyak 4.607.662 ekor dan tahun 2021 sebanyak 5.264.312 ekor yang terdiri dari Populasi Ayam Sebesar 4.942.259 ekor, Populasi Itik sebanyak 320.526 ekor, Populasi Puyuh sebanyak 1.527 ekor.

Untuk populasi Kerbau pada tahun 2020 sebanyak 38 ekor sedangkan tahun 2021 sebanyak 37 ekor. Populasi Kuda di tahun 2020 sebesar 1.995 ekor dan tahun 2021 sebesar 1.069 ekor. Populasi Sapi potong tahun 2020 sebesar 35.341 ekor sedangkan tahun 2021 sebesar 36.058 ekor. Populasi Kambing tahun 2020 sebesar 35.726 ekor dan tahun 2021 sebesar 38.198 ekor. Populasi Kelinci tahun 2020 sebesar 5.000 ekor sedangkan tahun 2021 sebesar 6.545 ekor.

Sementara itu terkait sub sektor perikanan, melalui inovasi PENDEKAR (Pendederan Ikan Rakyat) telah disebarkan secara gratis 1.200.000 benih ikan nila dan ikan mas kepada masyarakat untuk selanjutnya dipelihara di kolam dan di persawahan. Sementara itu tingkat produksi komoditi perikanan pada tahun 2021 sebanyak 8.678,00 Ton meningkat dari tahun 2020. 8.240,51 Ton Pemerintah tahun ini juga sudah memproduksi bibit ikan nila sultana yang sangat unggul dan adaptif sehingga ke depan masyarakat tidak perlu lagi mendatangkan dari daerah lain.

Dengan adanya peningkatan capaian kinerja Bidang Pertanian di Kabupaten Soppeng, maka sangat berdampak terhadap meningkatnya Nilai NTP di tahun 2021 sebesar 103,15 Poin, yang mana pada posisi di Tahun 2016 berada pada angka 101,83 Poin.

Selain itu salah satu aspek pembangunan daerah yang tidak kalah pentingnya adalah sector infrastruktur. Infrastruktur merupakan kondisi prasyarat untuk berlangsungnya pelayanan public dalam meningkatanya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur utama dalam hal ini adalah jalan. Selama tahun 2016 sampai dengan 2021 panjang jalan yang telah dibangun, ditingkatkan dan dipelihara sepanjang 667 Km. Sehingga kualitasnya semakin baik yang berdampak pada kelancaran pergerakan transportasi jasa dan barang. Untuk tahun 2021 panjang jalan kabupaten yang di kerjakan sepanjang 17,4 Km, panjang jalan Desa yang di kerjakan tahun 2021 sepanjang 45,5 Km serta Panjang Jalan lingkungan melalui Dana Kelurahan.

Sebanyak 6,68 Km, dan Panjang irigasi sepanjang 15 Km, dan rehabilitasi 6 Bendung dan 2 Embung, pembangunan infrastruktur tersebut telah meningkatkan capaian kinerja terhadap Persentase Jalan Kabupaten dalam Kondisi Baik tahun 2021 sebesar 57,22% meningkat dimana pada tahun 2016 sebelumnya sebesar 37,29 %, sementara itu persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik pada tahun 2021 telah mencapai 65,31% serta pada aspek Persentase Penduduk Berakses Air Minum pada tahun 2021 sudah mencapai 98,19 juga terus mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebesar 85,84%, selain itu juga Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi dari tahun 2016 sebesar 83,29% terus mengalami peningkatan sebanyak 99,95% di tahun 2021. Selain itu melalui Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ke Kabupaten Soppeng, untuk pembangunan jalan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 telah dikerjakan sepanjang 16,41 Km Jalan Kabupaten di Kabupaten Soppeng.

Keberhasilan terhadap peningkatan pembangunan infrastruktur tersebut berdampak pada meningkatnya Indeks Infrastruktur Daerah pada tahun 2021 sebesar 69,5% dibanding tahun 2020 sebesar 60,03%.

Untuk Sektor Pelayanan Publik, Pemerintah Kabupaten Soppeng tetap memfokuskan dan mengupayakan agar pelayanan bisa lebih baik dan lebih optimal yang mana terhadap capaian pelayanan public di kabupaten soppeng juga terus mengalami perbaikan, hal tersebut tercermin dari beberapa capaian termaksud keberhasilan Pemerintah Kabupaten Soppeng mendapatkan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) Kabupaten Soppeng sebesar 81,12% pada tahun 2020 dan merupakan nilai MCP tertinggi di Sulawesi Selatan dan di tahun 2021 terus mengalami peningkatan dengan nilai 93,07%. Untuk kinerja Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah kabupaten Soppeng selama tiga tahun terakhir sejak di tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 berada pada posisi paling tertinggi di Sulawesi Selatan terhadap nilai Indeks Pengelolaan Keuangan daerah dengan nilai pada tahun 2018 sebesar 79,75% dan pada tahun 2020 meningkat sebesar 80,75% ini membuktikan system perencanaan dan pengelolaan keuangan serta pengawasan daerah sudah lebih baik penerapannyaa. Begitu pula dengan kemajuan pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Soppeng telah di optimalkan pelaksanaannya yang terlihat dengan meningkatnya Indeks Reformasi Birokrasi yang berada di angka 49, 78 Poin di tahun 2020 dan Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada tahun 2020 sebesar 59,18% dan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2019 yang berada diangka 58,97 poin. Keberhasilan terhadap pelayanan Publik tersebut juga berdampak positif terhadap meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan publik di Kabupaten soppeng dengan capaian pada tahun 2021 sebesar 84,04%.

Dalam hal penyelenggaraan pemerintahan umum dalam rangka mengoptimalisasikan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Soppeng mengalami suatu peningkatan dimana pada posisi di tahun 2020 sebesar Rp.151.860.141.337,- meningkat di tahun 2021 sebesar Rp.155.453.702.43,-. Pendapatan Asli Daerah tersebut memberikan konstribusi terhadap pengalokasian Belanja Daerah untuk pembangunan.