Kemenag Sinjai Heningkan Cipta untuk Tiga ASN yang Gugur di Papua

SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Suasana apel pagi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai, Senin (14/09/2026), berlangsung khidmat.

Jajaran ASN Kemenag Sinjai mengheningkan cipta untuk mengenang tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur akibat penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (09/9/2026) lalu.

Penghormatan tersebut dipimpin Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Sinjai, H. Syamsul Bakhri, dalam rangkaian apel pagi.

Hening sejenak juga diisi dengan doa agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

Tiga ASN yang menjadi korban yakni Aprida Rapi (AR), Kepala Bidang Peternakan, dan Alfonsius Albinus Mehan (AAM), dokter hewan/pegawai Dinas Pertanian.

Keduanya dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Wili Mbuik (WM), pegawai Dinas Pertanian, meninggal dunia saat mendapat perawatan di RSUD Wamena.

Ketiganya menjadi korban penembakan saat dalam perjalanan kembali ke Wamena usai menjalankan tugas kedinasan, termasuk meninjau kegiatan cetak sawah dan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.

“Mari kita sejenak mengheningkan cipta dan mendoakan saudara-saudara kita, para ASN yang gugur dalam menjalankan tugas. Semoga amal pengabdian mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Syamsul Bakhri dalam apel pagi.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi duka bagi seluruh keluarga besar ASN sekaligus mengingatkan bahwa tugas sebagai abdi negara memiliki tantangan dan risiko yang tidak ringan.

“Mereka gugur saat menjalankan amanah untuk melayani masyarakat. Pengabdian dan pengorbanan mereka patut kita hormati,” tambahnya.

Kemenag Sinjai menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.

Jajaran Kemenag juga berharap kondisi keamanan di Papua Pegunungan segera kondusif agar para aparatur negara dapat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan aman dan tenang.