SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati di Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan yang dipusatkan di Atakkae, Dusun Barang II, Desa Lamatti Riattang tersebut dipandu oleh mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Ghina Raudhatul Jannah.
Sosialisasi dihadiri oleh Camat Bulupoddo, Kepala Desa Lamatti Riattang, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bulupoddo, Tim Kerja Kabupaten, staf Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Ketua dan anggota kelompok tani, kelompok wanita tani, anggota BPD, kepala dusun, serta para Ketua RT dan RW.
Dalam pemaparannya, Ghina menjelaskan bahwa pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari bahan-bahan alami yang mengandung senyawa aktif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Pada sesi demonstrasi, ia memperagakan cara pembuatan pestisida nabati menggunakan daun pepaya, sereh, daun sirih, daun sirsak, bawang putih, dan lidah buaya yang mengandung berbagai senyawa aktif seperti papain, alkaloid, minyak atsiri, fenol, tanin, asimisin, allicin, serta senyawa antibakteri.
“Kami ingin mendorong petani memanfaatkan potensi bahan alami yang tersedia di sekitar mereka sebagai pestisida nabati. Selain mudah dibuat dan ekonomis, cara ini menjadi langkah menuju sistem pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, serta mampu mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia,” ujar Ghina.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait budidaya jagung, padi, dan tanaman hortikultura.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan langsung oleh petani dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Kepala Desa Lamatti Riattang, Nasrullah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin memberikan solusi sederhana namun bermanfaat bagi petani dalam mengendalikan hama menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Kami mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin. Edukasi ini membuka wawasan petani bahwa bahan-bahan alami di sekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan. Harapannya, penggunaan pestisida kimia dapat ditekan sehingga hasil pertanian tetap optimal sekaligus menjaga kesehatan petani dan kelestarian lingkungan,” kata Nasrullah.
Pemerintah Desa Lamatti Riattang bersama kelompok tani berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sinjai.












