SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Semangat Hari Santri Nasional tak hanya terlihat dari ramainya peserta karnaval yang digelar DPK BKPRMI Kecamatan Tellulimpoe, Minggu (11/10/2026).
Di antara rombongan yang memadati jalanan Desa Saotengah, ada sosok kecil bernama Fayyad yang mencuri perhatian.
Santri TK/TPA Darul Falah, Desa Saotengah, itu tetap ikut memeriahkan karnaval meski kondisi fisiknya membuat ia tidak memungkinkan berjalan seperti teman-temannya.
Fayyad mengikuti kegiatan dengan menggunakan kursi roda. Sepanjang perjalanan, teman-temannya secara bergantian mendorong kursi roda tersebut agar ia bisa ikut merasakan kemeriahan karnaval bersama peserta lainnya.
Pemandangan itu menjadi potret sederhana tentang semangat, persahabatan, dan kebersamaan.
Keterbatasan fisik tak menghalangi Fayyad untuk ambil bagian dalam kegiatan yang diikuti 24 TK/TPA dan pondok pesantren se-Kecamatan Tellulimpoe tersebut.
Momen itu juga menarik perhatian Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Sinjai, Bahtiar Rasak.
Saat melihat Fayyad dari tribun, Bahtiar langsung meninggalkan tempat duduknya untuk menghampiri dan menyapa santri tersebut.
Suasana hangat terlihat ketika Bahtiar berinteraksi langsung dengan Fayyad.
Ia juga memberikan hadiah kepada santri itu, setelah terlihat merogoh kocek dan membuka dompetnya.
Gestur sederhana tersebut menjadi salah satu momen menyentuh di tengah pelaksanaan karnaval yang dimulai dari Lapangan Sepak Bola Desa Saotengah dan berakhir di halaman Masjid Al-Latif.
Bahtiar Rasak mengaku tersentuh melihat semangat Fayyad yang tetap ingin ikut bersama teman-temannya.
“Semangat Fayyad menjadi pelajaran bagi kita semua. Dengan kondisi yang dimilikinya, ia tetap punya keinginan kuat untuk ikut bersama teman-temannya. Ini menunjukkan bahwa semangat dan kebahagiaan tidak boleh dibatasi oleh keadaan fisik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi teman-teman Fayyad yang secara bergantian mendorong kursi rodanya selama karnaval berlangsung.
“Yang membuat kita terharu bukan hanya semangat Fayyad, tetapi juga kepedulian teman-temannya. Mereka tidak membiarkan Fayyad berjalan sendiri dalam kegiatan ini. Inilah nilai kebersamaan dan persaudaraan yang perlu terus kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini,” tambahnya.
Menurut Bahtiar, karnaval santri bukan sekadar kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai kepedulian, persahabatan, dan saling menghargai di antara sesama.
Karnaval yang diikuti 24 TK/TPA dan pondok pesantren se-Kecamatan Tellulimpoe itu pun menghadirkan pesan lebih dalam dari sekadar kemeriahan.
Kisah Fayyad dan kepedulian teman-temannya menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk berpartisipasi, tumbuh, dan merasakan kebahagiaan bersama.







