MPP Sinjai Layani 76.672 Pengguna, Pemkab Siapkan Integrasi Layanan hingga Desa melalui SIPAKALEBBI

SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus memperkuat pelayanan publik melalui Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sinjai. Sejak diresmikan pada 26 September 2023, MPP telah melayani 76.672 pengguna layanan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sinjai, Lukman Dahlan, di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).

Menurut Lukman, tingginya jumlah pengguna menunjukkan masyarakat semakin memanfaatkan MPP sebagai pusat pelayanan publik terpadu. Saat ini, MPP menghadirkan 22 gerai pelayanan dengan 118 jenis layanan dari perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD, sehingga masyarakat cukup datang ke satu tempat untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

Meski demikian, Pemkab Sinjai terus berinovasi. Atas arahan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, pemerintah akan mengintegrasikan layanan MPP dengan Gerai Panrita yang tersebar di desa dan kelurahan. Gerai yang saat ini berjumlah sekitar 25 akan ditambah dan diperkuat kualitas SDM-nya agar masyarakat, khususnya yang berada jauh dari ibu kota kabupaten, dapat mengakses layanan tanpa harus datang ke MPP.

Integrasi tersebut akan didukung aplikasi SIPAKALEBBI (Sistem Integrasi Pelayanan Kolaboratif, Akuntabel, Efisien, Bersih, dan Bebas Korupsi) yang sedang dikembangkan. Melalui aplikasi ini, masyarakat nantinya cukup mengajukan layanan di Gerai Panrita, kemudian sistem akan terhubung langsung dengan MPP sehingga dokumen dapat diproses tanpa harus ke kota.

“Ke depan kami berharap 118 jenis layanan yang saat ini tersedia di Mall Pelayanan Publik juga dapat dinikmati masyarakat melalui seluruh Gerai Panrita di Kabupaten Sinjai,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, proses integrasi diperkirakan berlangsung selama satu hingga tiga tahun. Namun, MPP tetap menjadi pusat pelayanan utama, terutama untuk layanan yang mengharuskan masyarakat hadir langsung, seperti perekaman KTP elektronik, layanan keimigrasian, maupun konsultasi perpajakan.

Lukman menambahkan, SIPAKALEBBI berbasis Android, namun Gerai Panrita tetap disiapkan sebagai tempat pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.

Melalui inovasi tersebut, Pemkab Sinjai berharap kualitas pelayanan publik terus meningkat serta memberikan kemudahan dan kepuasan yang lebih besar kepada masyarakat. Upaya ini didukung kolaborasi DPMPTSP, Dinas Kominfo, Bagian Organisasi, Bappeda, serta seluruh penyelenggara layanan yang tergabung dalam MPP.