Opini: Pendidikan sebagai Pilar Masa Depan Ekonomi

SAUDAGAR.NEWS, Opini – Peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei, yang bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, tidak semestinya dimaknai sebagai agenda seremonial semata.

Momentum ini justru perlu diposisikan sebagai ruang refleksi kritis atas peran strategis pendidikan dalam menentukan arah dan kualitas pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

Pendidikan yang berkualitas pada dasarnya merupakan bentuk investasi jangka panjang yang memiliki implikasi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai medium pembentukan kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan dinamika kehidupan modern.

Dalam praktiknya, hal ini tercermin dari kemampuan pelajar dalam memanfaatkan teknologi secara produktif, seperti terlibat dalam aktivitas ekonomi digital melalui penjualan daring atau promosi produk di media sosial.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas individu sekaligus mendorong kemandirian ekonomi sejak dini.

Namun, dalam kenyataannya, tidak semua siswa memiliki kesempatan yang sama. Ada yang harus berbagi perangkat dengan keluarga, bahkan ada yang kesulitan mengakses internet untuk mengerjakan tugas.

Kondisi ini membuat sebagian siswa tertinggal dalam mengembangkan keterampilan yang sebenarnya sangat dibutuhkan di masa depan.

Oleh karena itu, peringatan Hardiknas seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses yang layak terhadap fasilitas pendidikan, termasuk teknologi.

Selain itu, guru juga perlu didukung agar dapat mengajarkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Contoh sederhana dapat dilihat dari siswa yang memanfaatkan waktu luangnya untuk berjualan kecil-kecilan, seperti menjual makanan ringan di sekolah atau membuka jasa desain sederhana dari hasil belajar mandiri.

Dari kegiatan tersebut, mereka tidak hanya belajar mencari penghasilan, tetapi juga memahami nilai kerja keras dan kemandirian.

Pada akhirnya, investasi di bidang pendidikan akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan mandiri secara ekonomi.

Dengan demikian, Hardiknas tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam membangun masa depan ekonomi yang lebih baik.

Penulis: Nurul Arivah, S.E
(Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah UIAD Sinjai)