SaudagarNews,Soppeng—Anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dr. H. Muhammad Aras, S. Pd., M.M melakukan kunjungan di Kabupaten Soppeng peletakan batu pertama program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang di laksanakan di Kelurahan Cabbeng Kecamatan Lilirilau, Soppeng, kamis (8/9/2022).

Dalam kegiatan tersebut antusiasme masyarakat berbondong-bondong karena di meriahkan salah satu arti ibu kota jebolan Liga Dangdut Akademi (Lida) Selfi Yamma dan Andina KDI (Kontes Dangdut Indonesia) menghibur masyarakat Soppeng khususnya masyarakat Cabbeng dalam kegiatan Kotaku.
Dalam sambutan tenaga Ahli Konsultan Pendamping, Perwakilan Kepala Balai Prasarana Wilayah II Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan, Mustafa melaporkan bahwa di Kabupaten Soppeng masih terdapat sekitar 97 Ha area yang masuk ke dalam kategori kumuh.
“Sebagaimana yang telah dijelaskan Bapak Bupati Soppeng 2019 lalu, bahwa di Soppeng masih terdapat 97 Ha area kumuh di 8 kelurahan yang ada dalam 2 Kecamatan termasuk Kecamatan Lilirilau,” kata Mustafa.
Lanjut Mustafa mengungkapkan rasa terima kasih kepada bapak H. Muhammad Aras memperjuangkan program Kotaku di Pusat sehingga masyarakat bisa menikmati hingga sampai pelosok.
“Berkat perwakilan kita (Muhammad Aras Red) di Komisi V yang telah membahas program pembangunan ini di DPR RI, hingga anggaran APBN bisa turun. Semoga program ini bisa selesai dengan baik di akhir November nanti,” jelasnya.
Sementara Dr. H. Muhammad Aras, S. Pd., M.M mengatakan sebagai wakil rakyat tentunya harus memperjuangkan hak masyarakat dan mengawal aspirasi kebutuhan masyarakat agar bisa tersentuh dengan baik anggaran pusat.
“Saya akan tetap perjuangkan aspirasi masyarakat khususnya di wilayah dapil Sulsel II yang masih dalam kategori daerah kumuh,” ujarnya.
Pihaknya juga mengungkapkan akan terus memperjuangkan program-program yang dianggarkan melalui APBN untuk masuk di daerah. Karena terus terang program Kotaku cuma sampai tahun lalu, akan tetapi tetap kami perjuangkan untuk tahun ini untuk di manfaatkan masyarakat.
“Sebetulnya tahun lalu adalah tahun terakhir program Kotaku, akan tetapi kami tetap adakan tahun ini karena diantaranya memperjuangkan aspirasi masyarakat di masih banyak daerah kumuh yang perlu dibantu,” ucap tegas pria kelahiran Desa Labae ini.
Muhammad Aras juga mengungkapkan tak hanya program Kotaku yang masuk di Soppeng tapi juga kita kawal program Jembatan penyambung antara dua daerah, Irigasi, Bedah rumah yang tahun ini ada sekitar 700 rumah tersentuh bantuan.
“Setiap tahunnya kami juga mengawal program beasiswa PIP untuk kelancaran proses pendidikan anak-anak kita dan sekitar 300 sampai 500 siswa diberikan bantuan mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA Sederajat,” jelasnya.












