SaudagarNews,Soppeng—Pemerintah Desa Watu Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya konvergensi pencegahan dan penanganan stunting pada tingkat Desa. Kegiatan ini melibatkan Dinas PMD, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, BPD Desa Watu Toa, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait untuk menyusun langkah bersama dalam menekan angka stunting yang ada di Desa Watu Toa. Selasa 21 Juli 2026.
Diketahui rembuk stunting menjadi forum penting untuk mengidentifikasi permasalahan gizi dan kesehatan ibu serta anak, sekaligus menyepakati program prioritas yang akan dilaksanakan di desa. Melalui kegiatan ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi balita, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
PLT Kepala Desa Watu Toa Andi Baso Sonny Pabeangi, S.Sos dalam sambutannya mengatakan kegiatan rembuk stunting sebagai bagian dari upaya konvergensi pencegahan dan penanganan stunting ini untuk meningkatkan pemenuhan gizi balita, serta edukasi kepada masyarakat.
“Kita perlu tingkatkan pemenuhan gizi pada balita, karena kenapa saat ini di desa Watu Toa ada sebanyak 16 yang masuk angka stunting,” ujar Andi Baso Sonny.
Lanjutnya dalam pertemuan ini,peserta membahas berbagai strategi percepatan penurunan stunting, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan kunjungan Posyandu, pemberian makanan bergizi, hingga penguatan peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan balita.
“Stunting merupakan masalah gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kecerdasan anak di masa depan,” ucapnya lagi.
Pihaknya juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
“Saya harapkan hasil rembuk stunting ini dapat menjadi dasar perencanaan program yang tepat sasaran sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa Watu Toa,” tutur harapnya.







