SaudagarNews,Soppeng—ASAL MULA NAMA SOPPENG, Nama Soppeng tercantum dalam Sastra Bugis Tertua LA GALIGO yang berbunyi :
“IYYANA SURE PUADA ADAENGNGI TANAE RISOPPENG, NAWALAINA SEWO – GATTARENG, NO’NI MABBANUA TAUWE RI SOPPENG, NAIYYA TAU SEWOE RIASENG TAU SOPPENG RIAJA, IYYA TAU GATTARENGNGE IYYANARO RIASENG TAU SOPPENG RILAU”.
Berdasarkan naskah lontara tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk tanah Soppeng mulanya datang dari dua tempat yaitu Sewo dan Gattareng.
PENGANGKATAN DATU PERTAMA KERAJAAN SOPPENG
Dalam lontara tertulis bahwa jauh sebelum terbentuknya Kerajaan Soppeng telah ada kekuasaan yang mengatur jalannya pemerintahan, namun suatu waktu terjadi suatu musim kemarau panjang yang menimbulkan kemiskinan sehingga terjadi kekacauan dimana–mana. Tampillah Arung Bila mengambil inisiatif mengadakan musyawarah besar yang dihadiri 30 orang Matoa dari Soppeng Riaja dan 30 orang Matoa dari Soppeng Rilau, sementara musyawarah berlangsung, tiba–tiba 2 (dua) ekor burung Kakatua memperebutkan setangkai padi, sehingga musyawarah terganggudan Arung Bila memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana mereka terbang. Burung Kakatua tersebut akhirnya sampai di SEKKANYILI dan di tempat ini lah ditemukan seorang berpakaian indah sementara duduk diatas batu, yang kemudian bergelar MANURUNGNGE RI SEKKANYILI. Terjadilah mufakat dari 60 tokoh masyarakat untuk mengangkat MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA sebagai pemimpin yang diikuti dengan IKRAR. Sambil memegang segenggam padi, LA TEMMAMALA berikrar dengan mengangkat Sumpah diatas Batu yang di beri nama LAMUNGPATUE, dengan mengucapkan kalimat yang artinya: ”ISI PADI TAK AKAN MASUK MELALUI KERONGKONGAN SAYA, BILA BERLAKU CURANG DALAM MELAKUKAN PEMERINTAHAN SELAKU DATU SOPPENG”. Saat itulah Latemmamala menerima pengangkatan dengan Gelar Datu Soppeng, sekaligus sebagai awal terbentuknya Kerajaan Soppeng.
PERUMUSAN HARI JADI SOPPENG
Dengan memperhatikan kejayaan sejarah Soppeng di masa lalu, serta memperhatikan masukan dari berbagai pemerhati sejarah agar ditetapkan Hari Jadi Soppeng, maka dilaksanakanlah Seminar Sehari pada Tanggal 11 Maret 2000, yang dihadiri oleh pakar budayawan, seniman, ahli sejarah, tokoh masyarakat, alim ulama, generasi muda, dan LSM, dengan kesepakatan bahwa berdasarkan perhitungan dengan menggunakan BACKWARD COUNTING, maka Hari Jadi Soppeng dimulai sejak Pemerintahan TO MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA Tahun 1261.
Hasil kesepakatan tersebut diusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Soppeng untuk dibahas dalam Rapat Paripurna untuk ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang Hari Jadi Soppeng.
PENETAPAN HARI JADI SOPPENG
Dari hasil Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Soppeng Tanggal 12 Maret 2001, ditetapkan dan disahkan Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Nomor 09 Tahun 2001, Tanggal 12 maret 2001, bahwa Hari Jadi Soppeng jatuh pada tanggal 23 Maret 1261.
PERJALANAN PEMERINTAHAN SWAPRAJA DAN SWATANTRA KABUPATEN SOPPENG
Selama perjalanan sejarah pemerintahan swapraja di Soppeng dengan sistem pemerintahan kerajaan, Soppeng telah dipimpin oleh 36 (tiga puluh enam) raja atau datu dengan raja/datu pertama La Temmamala yang bergelar Manurunge Ri Sekkanyili yang memerintah sekitar tahun 1261 sampai dengan 1286 dan raja/datu terakhir h. Andi wana matinroe ri tengngana Soppeng yang memerintah tahun 1940 sampai dengan tahun 1957.
Dengan ditetapkannya Undang-Undang 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi, maka Daerah Swapraja Soppeng berubah status menjadi daerah tingkat II yang dipimpin oleh Kepala Daerah (KDH), dan sampai saat ini telah mengalami 15 (lima belas) kali pergantian pimpinan daerah, serta 10 (sepuluh) kali pergantian pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
RAJA (Datu Soppeng) yaitu :
No Nama Gelar Priode
1. La Temmamala ManurungngE ri Sekkangnyili
SorompaliE
Towakkareng Mattinro ri Tanana MabolongngE
MallajangngE ri Agelleng Puang LipuE PatolaE PatolaE
PatolaE
MattinroE ri Addatunna MattinroE ri Madello MattinrroE ri Salassana Ranreng To Mattinroe ri Naga Uleng MattinroE ri Beula
MattinroE ri Somba Opu MattinroE ri Beula MattinroE ri Luwa 1261-1286
2. La Macinna 1286-1311
3. Lamba 1311-1336
4. We Tekkawanua 1336-1361
5. La Makkanangnga 1361-1386
6. La MakarellaL 1386-1411
7. La Pawiseang 1411-1436
8. La Pasompoi 1436-1461
9. La Mannuga 1461-1486
10. La’de 1486-1511
11. La Sekkati 1511-1536
12. La Mataesso 1536-1561
14. La Mapaleppe Patolae
Beowe 1561-1586
1586-1611
15. La Tenri Bali 1661-1654
16. We Adang 1654-1666
17. Tenri Senge 1666-1696
18. La Patao 1696-1714
19. La Pada Sejati 1714-1721
20. La Pareppa 1721-1727
21. La Pada Sejati 1727-1727
22. Batari Toja 1727-1737
23. La Oddang ri U MattinroE ri Musuna 1737-1742
24. Batari Toja MattinroE ri Luwu 1742-1744
25. La Temma Senge MattinroE ri Mallimongan 1744-1746
26. La Tongeng MattinroE ri Launa 1746-1747
27. La Mappajanci MattinroE ri Launa 1747-1765
28. La Mappapoleonro MattinroE ri Launa 1765-1820
29. Tenri Awaru MattinroE ri Launa 1820-1840
30. Tenri Yampareng MatinroE ri Barugana 1840-1849
31. La Unru MattinroE ri Tengngana Soppeng 1849-1850
32. La Onrong MatinroE ri Tengngana Soppeng 1850-1858
33. To Lempeng MattinroE ri Tengngana Soppeng 1858-1878
34. Abd. Gani MattinroE ri PakkasaloE 1879-1895
35. St. Sainab MattinroE ri PakkasaloE 1895-1940
36. H. Andi Wana MattinroE ri Tengngana Soppeng 1940-1957
Kepala Daerah/Bupati Soppeng dan Wakil Bupati Soppeng, yaitu :
No Kepala Daerah/ Bupati/ Wakil
Bupati Periode Keterangan
1. H. A. Wana Tahun 1957 s.d
1960 Bupati KDH
2. Andi Mahmud Petta Pangulu Tahun 1960 s.d 1964 Bupati KDH
3. A. M. Amin Daeng Situru Tahun 1964 s.d
1965 Pj. Bupati
4. H. A. Made Alie Tahun 1965 s.d
1979 Bupati KDH
5. Jamaluddin Muhammadong Tahun 1979 s.d 1984 Bupati KDH
6. Drs.H.Umar Lakunnu Tahun 1984 s.d
1990 Bupati KDH
7. H. Abbas Sabbi, SH Tahun 1990 s.d
1995 Bupati KDH
8. Drs.H. A. Paeruddin Saisal Tahun 1995 s.d
2000 Bupati, Drs.H.M. Arsyad Kale, ,M.si Tahun 1999 s.d
2000 Wakil Bupati
9. Drs. H. A. Harta Sanjaya Razak Tahun 2000 s.d 2005 Bupati, Drs.H.Syarifuddin Rauf, ,M.si Tahun 2000 s.d
2005 Wakil Bupati
10. Drs. H. A. Soetomo, M.SI Tahun 2005 s.d
2010 Bupati, Drs. A. Sarimin Saransi, M.Si Tahun 2005 s.d
2010 Wakil Bupati
11. Drs. H. A. Soetomo, M.SI Tahun 2010 s.d
2015 Bupati, H. Aris Muhammadia Tahun 2010 s.d
2015 Wakil BupatI
12. Drs. H. Tautoto. T. Ranggina,
M.Si Tahun 2015 s.d
2016 Pj. Bupati
13. H. A. Kaswadi Razak, SE. Tahun 2016 s.d
2021 Bupati, Supriansa, SH. MH Tahun 2016 s.d
2021 Wakil Bupati
14. Idham Kadir Dalle, S.Sos, M.Si 27 September
2020 s.d 4
Desember 2020 Pjs. Bupati
15. Drs. H. Andi Tenri Sessu, M.Si 18 Februari
2021 s.d 25
Februari 2021 Plt. Bupati
16. H. A. Kaswadi Razak, SE. Tahun 2021 s.d
2026 Bupati
Ir. H. Lutfi Halide, MP Tahun 2021 s.d
2026 Wakil Bupati
PIMPINAN DPR – GR / DPRD, YAITU :
No Nama Periode
1. H. Ambo Dalle Tahun 1958 s.d 1963
2. M. Saleh Muchtar, BA Tahun 1963 s.d 1970
3. H. Abu Bakar Kadir Tahun 1971 s.d 1977
4. H. A. Musradi Paki Tahun 1977 s.d 1987
5. Ombang Soedibyo Tahun 1987 s.d 1997
6. H. Hakum Zainuddin Tahun 1997 s.d 1999
7. H. A. Mappajanci, BA Tahun 1999 s.d 2004
8. H. A. Kaswadi Razak, SE Tahun 2005 s.d 2014
9. Hj. A. Patappaunga Tahun 2014 s.d 2019
10. H. Syahruddin M.Adam, S.Sos, MM Tahun 2019 s.d 2024
Demikianlah sekilas sejarah singkat Hari Jadi Soppeng dengan harapan dapat memotivasi masyarakat untuk bekerja keras dengan semangat ”RESOPA TEMMANGINGI NAMALOMO NALETEI PAMMASE DEWATA” secara bersama-sama ”MASSEDDI ADA NAGAU”, “YASSIMATURUSI DECENG
MALLEBANG’E”, dalam melaksanakan kegiatan dan mengisi pembangunan, sekaligus sebagai wahana untuk mengekspresikan Rasa Kebanggaan sebagai warga Soppeng Dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila dengan disertai niat dan hati yang tulus untuk saling mendukung dan membantu dengan prinsip
”RI YOLOI NA PATIROANG, RI TENGNGAI NA SI RAGA- RAGA, RI MONRIWI NA PAMPIRI ”, SIWATA MENRE TESSIRUI NO ”.







