SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Upaya mendukung program swasembada pangan terus digencarkan di Kabupaten Sinjai. Kali ini, Kelompok Tani Macconggi 2 di Dusun Kampala, Desa Kampala, Kecamatan Sinjai Timur, mulai melakukan pertanaman padi dengan sistem tanam pindah atau Tapin, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan pertanaman yang berlangsung di lahan milik petani bernama Asis tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan pencapaian target luas tambah tanam (LTT) di wilayah Kecamatan Sinjai Timur.
Dalam kegiatan itu, para petani mendapat pendampingan langsung dari Koordinator Penyuluh Kecamatan Sinjai Timur Andi Safrullah, Penyuluh Pertanian Desa Kampala, Irawaty, serta Petugas Pengendali Hama dan Penyakit Tanaman (POPT), Rukmawati.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Sinjai Timur, Andi Safrullah menjelaskan bahwa sistem tanam pindah atau Tapin merupakan salah satu metode budidaya padi yang dinilai efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas hasil panen.
Menurutnya, dalam sistem tersebut benih padi tidak langsung ditebar di lahan utama, melainkan terlebih dahulu disemaikan di tempat khusus hingga mencapai umur tanam ideal.
“Sistem tanam pindah atau Tapin dilakukan dengan cara menyemai benih terlebih dahulu. Setelah bibit berumur sekitar 15 hingga 25 hari dan siap tanam, bibit kemudian dicabut dan dipindahkan ke petak sawah yang sudah diolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode ini banyak diterapkan petani karena mampu membantu pertumbuhan akar lebih baik, memudahkan pengaturan jarak tanam, serta meningkatkan potensi hasil produksi padi.
Adapun jenis padi yang ditanam oleh Kelompok Tani Macconggi 2 yakni varietas unggul Inbrida INPARI 32 yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Varietas INPARI 32 dikenal memiliki produktivitas yang cukup baik dan tahan terhadap beberapa serangan penyakit tanaman, sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen petani di wilayah tersebut.
Melalui pendampingan intensif dari para penyuluh pertanian, pemerintah berharap semangat petani dalam meningkatkan produksi pangan terus tumbuh demi menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.









