Sawit Kaltim Siap Mendunia, FPKS Dorong Hilirisasi dan Penguatan SDM

SAUDAGAR.NEWS, Kaltim – Ketua DPP Forum Pengusaha Kelapa Sawit (FPKS) Forum Pengusaha Kelapa Sawit Kalimantan Timur, Asbudi menilai, Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan industri kelapa sawit yang berdaya saing global.

Menurutnya, posisi strategis Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara, ditambah luas lahan potensial dan dukungan iklim tropis, menjadi keunggulan utama dalam pengembangan sektor perkebunan sawit.

“Aspek geografis, ketersediaan lahan, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadikan Kalimantan Timur sangat strategis untuk pengembangan industri sawit yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujar Asbudi kepada media, Selasa (24/03/2026).

Ia menjelaskan, sektor kelapa sawit saat ini tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga sumber penghidupan bagi ribuan petani dan pelaku usaha lokal.

Ekosistemnya mencakup berbagai lini, mulai dari perkebunan rakyat, pabrik kelapa sawit (PKS), hingga industri turunan seperti minyak goreng, biodiesel, dan oleokimia.

Lebih lanjut, Asbudi mengungkapkan sejumlah keunggulan Kaltim, di antaranya ketersediaan lahan produktif yang masih bisa dikembangkan secara berkelanjutan, tenaga kerja lokal yang potensial, serta kedekatan dengan jalur ekspor internasional, khususnya pasar Asia.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa potensi tersebut perlu dioptimalkan dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.

FPKS Kalimantan Timur, lanjutnya, mendorong beberapa strategi penguatan, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penerapan manajemen berbasis Best Management Practices (BMP), pengembangan hilirisasi industri, kemitraan yang adil dengan petani dan UMKM, serta perluasan akses pembiayaan dan investasi.

“Kami mendorong agar Kaltim tidak hanya menjual bahan mentah seperti TBS atau CPO, tetapi juga mengembangkan industri turunan agar nilai tambah dapat dinikmati di daerah sendiri,” jelasnya.

Selain itu, aspek tata kelola berkelanjutan juga menjadi perhatian utama agar industri sawit Indonesia tetap diterima di pasar global.

Dalam kesempatan tersebut, Asbudi juga menyoroti peran Persaudaraan Saudagar Bugis Makassar sebagai forum strategis dalam mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan.

“Melalui PSBM, kami mengajak para saudagar dan investor untuk melihat Kalimantan Timur sebagai lahan emas investasi sektor sawit yang menjanjikan, baik dari sisi bisnis maupun keberlanjutan,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat dan strategi yang tepat, industri sawit di Kalimantan Timur dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional bahkan global.

“Siapa yang mampu mengelola sawit dengan baik, dialah yang akan menguasai masa depan ekonomi daerah,” pungkas Asbudi.

News Feed