SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Memasuki hari kedua pemusatan pendidikan dan pelatihan, sebanyak 70 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sinjai Tahun 2026 kembali mendapatkan pembekalan materi.
Kali ini, materi Revolusi Mental disampaikan langsung oleh Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, di Aula Wisma Sanjaya, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (14/08/2026).
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan para calon Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Upacara Detik-detik Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sinjai di Alun-alun Sinjai Bersatu.
Dalam materinya, AKBP Jamal Fathur Rakhman menekankan pentingnya revolusi mental sebagai upaya membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, berintegritas, disiplin, bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Revolusi mental bukan sekadar perubahan cara berpikir, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku. Anak-anak muda harus memiliki karakter yang baik, disiplin, jujur, bertanggung jawab dan mampu menjadi teladan di lingkungannya,” ujar AKBP Jamal.
Menurutnya, para calon Paskibraka memiliki posisi strategis karena mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi generasi muda Kabupaten Sinjai dalam momentum peringatan kemerdekaan.
“Kalian yang terpilih menjadi Paskibraka adalah anak-anak pilihan. Tunjukkan bahwa generasi muda Sinjai memiliki karakter, kedisiplinan dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan daerah,” katanya.
Ia juga mengingatkan para calon Paskibraka agar nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani proses pembinaan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara 17 Agustus.
“Jadikan proses ini sebagai pembelajaran untuk kehidupan ke depan. Apa yang kalian dapatkan selama pembinaan, terutama kedisiplinan, tanggung jawab dan semangat kebersamaan, harus terus diterapkan setelah kembali ke sekolah dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
Pembekalan materi Revolusi Mental ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan selama masa karantina 70 calon Paskibraka Sinjai yang berlangsung hingga 18 Agustus 2026.
Mereka terdiri dari 37 laki-laki dan 33 perempuan yang berasal dari pelajar SMA sederajat dari sembilan kecamatan di Kabupaten Sinjai.








