SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Seorang siswi SMP Negeri 4 Sinjai, Natasya, yang berhasil lolos mewakili Kabupaten Sinjai pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan cabang olahraga Pencak Silat, terancam gagal mengikuti kompetisi akibat belum adanya kepastian terkait keberangkatan dan pendampingan.
Natasya sebelumnya berhasil melewati seleksi tingkat kabupaten dan berhak tampil membawa nama Kabupaten Sinjai pada ajang yang dijadwalkan berlangsung di Makassar pada 7-9 Juli 2026.
Namun, hingga Senin (06/7/2026), belum ada informasi resmi mengenai jadwal keberangkatan atlet, penunjukan pelatih maupun pendamping yang akan mendampingi selama pelaksanaan pertandingan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga dan sekolah mengingat waktu pelaksanaan sudah sangat dekat.
“Kami hanya berharap ada kepastian. Waktu pelaksanaan sudah sangat dekat, tetapi hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai keberangkatan maupun siapa pelatih yang akan mendampingi. Jangan sampai atlet yang sudah berjuang lolos seleksi kehilangan kesempatan bertanding di tingkat provinsi,” ujar pihak yang mendampingi Natasya.
Sebagai atlet yang telah mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Sinjai melalui hasil seleksi, Natasya berharap dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat provinsi.
Publik pun menantikan penjelasan dari pihak SMP Negeri 4 Sinjai maupun instansi terkait mengenai mekanisme pemberangkatan kontingen, penunjukan pelatih pendamping, serta kepastian keikutsertaan atlet yang telah dinyatakan lolos.
Dengan pelaksanaan O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang tinggal menghitung hari, diharapkan persoalan tersebut segera mendapat solusi agar atlet yang telah memenuhi syarat tidak kehilangan haknya untuk berkompetisi sekaligus membawa nama baik Kabupaten Sinjai di tingkat provinsi.













