SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Dai Muda (MDM) Kabupaten Sinjai menggelar Pra Rapat Kerja (Pra Raker) di Kampus Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai pada Sabtu malam, (23/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan program-program strategis sebelum pelaksanaan rapat kerja pasca pelantikan pengurus.
Sekedar Diketahui, Pelantikan sendiri akan digelar pada Senin, 25 Mei 2026 besok. Mantapkan perencanaan, MDM Sinjai terlebih dahulu melaksanakan penyusunan draf program kerja melalui forum Pra Raker.
Langkah ini dilakukan agar program yang akan dijalankan lebih terarah, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan dakwah yang menjadi prioritas organisasi.
Ketua MDM Sinjai, Munawwirul Alma Arif, didampingi Sekretaris Umum Ilham Septian, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah program prioritas yang menjadi fokus kepengurusan periode ini.
“MDM tidak hanya berdakwah di atas mimbar. Kami ingin hadir di lingkungan sekolah untuk menyentuh lapisan remaja serta bermitra dalam pembinaan dai dan daiyah sejak dini,” ujarnya.
Selain itu, MDM Sinjai juga berencana menyusun Buku Khutbah Jumat Praktis yang berisi materi-materi pilihan dari para dai MDM.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dakwah sekaligus mengabadikan gagasan dan pengalaman para dai dalam bentuk karya tulis.
Program prioritas lainnya adalah membangun dan membina jiwa entrepreneurship di kalangan anggota MDM, sehingga para dai tidak hanya kuat dalam aspek keilmuan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi.
Di era digital, MDM juga menargetkan peningkatan aktivitas dakwah melalui media sosial melalui program “Dai Giat Medsos”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal MDM, Abd. Halim Amsur.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pembentukan pengurus cabang di tingkat kecamatan sebagai upaya memperluas jangkauan dakwah organisasi.
“Pada periode kedua ini, saatnya MDM melebarkan sayap ke tingkat kecamatan melalui pembentukan cabang-cabang. Teknis dan mekanismenya kami kembalikan kepada masing-masing DPD sesuai kondisi daerahnya,” kata Halim di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga diperlukan kreativitas dan inovasi dari pengurus daerah dalam mengembangkan organisasi.
“Setiap DPD memiliki caranya masing-masing. Beda tempat, beda acara, beda lembaga, tentu beda pula tantangannya. Karena itu, pengembangan organisasi harus disesuaikan dengan kondisi lokal,” tambahnya.
Mantan Sekretaris Dewan Pembina MDM Sinjai tersebut juga mengingatkan bahwa aktivitas dakwah merupakan amanah mulia yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Siapa pun yang masih terlibat dalam jalan dakwah, sesungguhnya Allah masih mengizinkan tenaga dan pikirannya digunakan untuk kebaikan. Itu adalah nikmat yang patut disyukuri dan dijaga,” ungkapnya penuh optimisme.
Melalui forum Pra Raker ini, Halim berharap dapat melahirkan program-program yang inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam gerakan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.













