SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam audiensi bersama Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Senin (21/9/2026).
Kepala Kemenag Sinjai H. Faried Wajedi hadir didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren serta panitia HSN tingkat Kabupaten Sinjai.
Dalam pertemuan itu, Faried Wajedi menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi rangkaian peringatan Hari Santri. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 dengan melibatkan santri, pondok pesantren, serta berbagai unsur terkait.
Selain membahas agenda peringatan Hari Santri, Kemenag Sinjai turut memperkenalkan gagasan inovasi santri di bidang teknologi.
Salah satunya berupa pengembangan kendaraan roda empat yang memanfaatkan gas sebagai sumber bahan bakar.
Faried mengatakan, gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi santri agar tidak hanya kuat dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemampuan berinovasi sesuai perkembangan teknologi.
“Santri hari ini tidak hanya dituntut mampu memahami ilmu agama, tetapi juga harus mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, gagasan pengembangan kendaraan berbahan bakar gas ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk mendorong kreativitas dan inovasi santri,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, persiapan yang dilakukan Kemenag Sinjai menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan Kementerian Agama dalam menyukseskan peringatan Hari Santri.
Ratnawati juga memberikan apresiasi terhadap gagasan inovasi kendaraan berbahan bakar gas yang dikembangkan oleh santri. Ia menilai, gagasan tersebut menunjukkan adanya potensi santri di bidang teknologi dan kreativitas.
“Ini merupakan gagasan yang sangat baik. Kita tentu memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan semangat inovasi para santri. Namun, pengembangannya perlu dilakukan secara bertahap dan dikaji dengan baik, terutama dari aspek teknologi, keamanan, efisiensi, serta kelayakan penggunaannya,” kata Ratnawati.
Ia berharap peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga dapat memperkuat peran santri dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, keterampilan, teknologi, dan pembangunan daerah.







