Apel Kesiapsiagaan Bencana di Polres Sinjai, Kapolres Tekankan 6 Hal

SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Polres Sinjai menggelar Apel Gelar Pasukan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Sinjai.

Apel berlangsung di halaman Mapolres Sinjai, Kamis (05/11/2026) pagi, dengan Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, bertindak sebagai pembina apel.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, didampingi Kepala BPBD Sinjai, H. Muh. Arfah, serta Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Sinjai, Tamzil Binawan, bersama unsur terkait lainnya.

Dalam amanat Kapolda Sulawesi Selatan yang dibacakannya, Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini bertujuan memastikan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga pemangku kepentingan terkait, siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam.

Kesiapan tersebut mencakup personel, peralatan, hingga penguatan koordinasi lintas sektoral.

Ia menyampaikan, Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi geografis yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan, dataran rendah hingga pesisir, menyimpan potensi bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam amanat Kapolda, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 270 kejadian bencana alam di Sulawesi Selatan, terdiri dari 158 tanah longsor, 80 banjir dan 32 angin puting beliung.

Sementara pada tahun 2026 hingga saat ini, telah terjadi 129 kejadian bencana, meliputi 48 tanah longsor, 47 angin puting beliung dan 34 banjir.

“Perlu dicermati, kejadian angin puting beliung tahun ini telah melampaui jumlah sepanjang tahun lalu,” demikian disampaikan Kapolres saat membacakan amanat Kapolda.

Menurutnya, data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya mitigasi bencana harus dilakukan secara terpadu, baik sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi.

Kolaborasi dan sinergi antarinstansi serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Dalam amanat tersebut, Kapolda Sulawesi Selatan juga menekankan enam langkah penting yang harus menjadi perhatian seluruh pihak dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

Pertama, memetakan daerah rawan bencana secara rinci dan proaktif sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi.

Kedua, meningkatkan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di wilayah rawan bencana.

Sosialisasi mitigasi perlu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, sekaligus mengajak masyarakat aktif memantau informasi cuaca dari BMKG.

Ketiga, menyiagakan personel dan sarana prasarana. Seluruh peralatan pendukung, seperti kendaraan taktis, perahu karet, alat komunikasi dan logistik lapangan, harus dipastikan dalam kondisi siap pakai serta diperiksa dan dirawat secara berkala.

Keempat, memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan membangun sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar.

Kelima, menyiapkan posko bencana yang mampu memberikan pelayanan kesehatan, mendukung distribusi logistik serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Keenam, menuntaskan penanganan saat dan pascabencana dengan mengutamakan evakuasi serta penyelamatan korban. Selain itu, bantuan darurat berupa makanan, air bersih, obat-obatan dan tenda harus segera disalurkan.

“Penanganan juga harus dilanjutkan melalui pemulihan infrastruktur, pendampingan psikososial, rehabilitasi ekonomi serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola risiko bencana,” tambah Kapolres.

Usai pelaksanaan apel, dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional dan peralatan SAR sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.