SAUDAGAR.NEWS, Sinjai – Camat Sinjai Tengah, Andi Syahrul Paesa mendorong pemerintah desa mulai mengubah pola perencanaan pembangunan dengan menerapkan Musyawarah Desa (Musdes) Tematik yang berbasis pada potensi lokal masing-masing desa.
Dorongan tersebut disampaikan saat Musdes Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, dalam rangka persiapan penyusunan anggaran tahun 2027.
Menurut Andi Syahrul, Musdes tidak lagi harus selalu dilaksanakan dengan pola konvensional di dalam ruangan. Perencanaan pembangunan perlu diawali dengan melihat langsung potensi dan kebutuhan yang dimiliki desa.
“Ke depan, pola Musdes kita sebaiknya tidak hanya dilakukan di dalam ruangan. Analisis potensi harus menjadi ujung tombak dalam menentukan arah pembangunan desa,” ujarnya kepada media, Sabtu (26/09/2026).
Ia menilai setiap desa memiliki potensi lokal yang dapat dipetakan dan dikembangkan untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Karena itu, menjelang akhir tahun dan penyusunan perencanaan 2027, pemerintah desa dinilai perlu mulai menggeser pola perencanaan menuju pendekatan tematik.
“Desa hari ini sudah bisa memetakan apa yang menjadi potensi lokal di masing-masing wilayah. Potensi tersebut kemudian dapat diarahkan untuk memperkuat sektor PADes,” katanya.
Andi Syahrul juga menekankan pentingnya perencanaan yang lebih efektif di tengah keterbatasan anggaran.
Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi penghambat bagi desa untuk tetap menjalankan pembangunan.
“Melalui pendamping P3MD di kecamatan dan desa, kita dorong perubahan pola perencanaan berbasis tematik. Dengan anggaran yang terbatas, kalau yang minim ini bisa kita manfaatkan dengan benar, dana desa yang kita kelola bisa lebih terarah dan optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Pendamping P3MD Kecamatan Sinjai Tengah, Akbar menyambut baik gagasan tersebut.
Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan desa-desa di wilayah Sinjai Tengah untuk mulai merancang Musdes dengan pendekatan tematik.
“Kami menyambut baik apa yang disampaikan pak Camat Sinjai Tengah. Setelah ini akan kami komunikasikan dengan desa-desa di wilayah Sinjai Tengah untuk mencoba merancang Musdes dengan pola tematik,” ujar Akbar.
Ia menambahkan, pendamping P3MD akan membantu pemerintah desa dalam memetakan potensi lokal yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan.
“Kami akan membantu memetakan apa saja potensi lokal yang ada di desa untuk kemudian didorong masuk dalam perencanaan desa,” pungkasnya.













